Tips merencanakan investasi

Tips merencanakan investasi


Menjadi pribadi yang sukses semuda mungkin merupakan idaman setiap orang. Untuk mencapai hal itu, perlu adanya upaya perencanaan masa depan yang matang. salah satu cara yang bisa anda coba adalah dengan merencanakan investasi sedini mungkin dan sematang mungkin. Perencanaan investasi diperlukan agar dana yang anda miliki dapat berkembang optimal sesuai dengan planing yang anda inginkan.

Bagi sebagian orang, melakukan investasi bukan merupakan perkara mudah. beberapa kalangan bahkan tidak berkenan memulai investasi sejak dini, mendengar kata investasi saja sudah alergi, dan ingin ce[pat cepat mengakhiri pembicaraan. Hal ini menurut saya wajar, karena belum semua masyarakat di Indonesia sadar akan pentingnya investasi. Apalagi berita miring tentanng investasi lebih populer dibanding cerita sukses masyarakat berinvestasi.


Pemberitaan mengenai hilangnya dana nasabah, pembobolan rekening dan investasi bodong yang marak di beberapa media membuat masyarakat lebih takut untuk berinvestasi. Banyak nasabah yang mengalami kerugian investasi akibat dari praktek tidak terpuji para oknum praktisi keuangan.mungkin juga anda merupakan salah satu diantara mereka. Namun, jika anda juga masih merasa takut berinvestasi, apakah dengan tidak berinvestasi hasilnya akan lebih baik dari anda berinvestasi?


Tidak ada di dunia ini yang bebas risiko. Tidak ada kondisi yang akan selalu sesuai dengan harapan dan keinginan kita.


Betatapun anda diam berpangku tangan maka anda akan tetap terkena risiko. Jika diam dan berbuat sama sama berisiko maka berbuat (investasi-red) akan lebih menguntungkan. jikapun keuntungan berupa pengembangan dana tidak anda dapatkan, maka pengalaman dan pengetahuan baru akan semakin memperkaya diri anda sendiri. Investasi itu bisa direncanakan, bahkan memang harus direncanakan. Proses perencanaan investasi ini lah yang menjadi titik awal dimana investasi anda akan berujung keberhasilan atau kegagalan.


Berikut ini beberapa langkah yang bisa anda lakukan ketika berencana melakukan Investasi :

1. Kenali risiko investasi

Setiap Investasi  berisiko . Tidak ada investasi yang bebas dari risiko. Namun anda harus ingat dibalik setiap resiko pasti ada keuntungannya. Resiko dan keuntungan berjalan beriringan. Resiko tinggi pasti memiliki keuntungan tinggi begitu pula sebaliknya. Apabila anda pernah ditawari produk investasi yang tidak ada resiko namun memiliki keuntungan tinggi maka ada dua hal yang dapat kita simpulkan : “Penjual tersebut penipu, atau penjual tersebut bodoh”

2. Tentukan tujuan  Investasi

Anda harus menentukan apa tujuan anda berinvestasi. Apakah dana yang anda investasikan hanya untuk keamanan (safety), untuk mendapatkan pendapatan rutin (routine cash flow) atau Anda mengharapkan adanya perkembangan dana (growth). Apabila anda sudah menentukan mana yang anda pilih maka investasi anda akan berjalan sesuai dengan pilihan anda. Banyak orang yang ketika berinvestasi, tidak mengetahui tujuannya untuk apa. Umumnya mereka berinvestasi karena melihat atau mendengar temannya mendapat untung dadakan dan kemudian mencoba ikut-ikutan. Eh,, ketika ikutan bukannya untung malah buntung....

3. Tentukan Modal

Mengapa hal ini menjadi penting ? karena beberapa pilihan investasi biasanya memiliki syarat minimal penempatan investasi. Oleh karena itu anda harus mengetahui berapa jumlah dana yang akan anda investasikan. Gunanya agar Anda langsung bisa menentukan apakah anda akan berinvestasi secara sekaligus (lump sum) atau akan rutin setiap bulan. Ini ada kaitannya dengan metode investasi. Kedua metode tersebut sama baiknya namun dari beberapa literatur investasi didapatkan bahwa semakin sering anda berinvestasi semakin efisien hasil dari investasi anda.

4. Timing

Sudah semestinya anda tahu persis kapan dana anda dibutuhkan , berapa nilainya dan untuk keperluan apa. Apabila anda sudah mengetahui detil kapan dana dibutuhkan maka proses memilih kendaraan investasi yang sesuai dengan tujuan tersebut akan lebih mudah. Secara umum produk investasi sudah dibagi berdasarkan jangka waktunya : Jangka pendek (1-2 Tahun), Jangka Menengah (2-5 Tahun ) dan Jangka Panjang ( > 5 Tahun).

5. Implementasi

Anda sudah berencana, sudah tahu investasi mana yang akan anda pilih, dana sudah anda persiapkan.., nah saatnya untuk mengubah dari rencana menjadi aksi / implementasi. Banyak orang yang pintar berencana namun tidak pernah mengimplementasikan rencana tesebut. Bagaimana anda akan sampai ke tujuan apabila Anda tidak mulai berjalan. Takut....loh, khan anda sudah merencanakan dengan baik. Apabila rencana sudah dibuat sebaik mungkin maka implementasi akan berjalan sesuai dengan harapan juga.

6. Buatlah daftar pilihan kendaraan investasi

Kendaraan atau instrument investasi di pasaran banyak sekali. Mulai dari Obligasi, Saham, Reksa Dana , ETF (Exchange Traded Fund), komoditi dan option. Banyak orang mulai berinvestasi pertama kali hanya karena mereka ditawari oleh orang terdekat atau memang tidak tahu lagi jenis investasi lainnya. Kemudian ketika investasi merugi, orang tersebut menjadi trauma. Sudah sepantasnya anda melakukan riset mengenai produk yang ada dipasaran, kemudian pelajari karakter dari setiap produk. Tentukan mana yang menurut anda yang paling cocok dan sesuai dengan karakter dan tujuan investasi anda.


7. Monitor dan evaluasi dana investasi Anda

Monitor investasi berguna untuk mengetahui tindakan apa yang musti dilakukan apabila rencana dan implementasi yang anda lakukan ternyata melenceng jauh. Anda akan menjadi pengambil keputusan utama mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Jangan hanya mengandalkan informasi dari orang lain atau advisor anda. Kejadian memilukan yang baru saja terjadi mengenai hilangnya dana nasabah hingga miliaran rupiah adalah karena investor terlalu percaya penuh dan tidak memonitor secara rutin dananya.

Dengan perencanaan yang matang, besar kemungkinan anda menuai hasil maksimal. Investasi sekarang juga, jangan sampai anda menyesal karena tidak sempat berinvestasi dimasa muda.