Step by step menuju Trader Forex Profesional

Step by step menuju Trader Forex Profesional


Gambar : Ilustrasi profesional trader


Menjadi trader forex profesional merupakan impian setiap trader, namun pada kenyataanya mewujudkan hal itu bukanllah hal yang mudah. Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui dan setiap tahap memiliki tantangan tersendiri. Beberapa trader telah memutuskan berhenti dari aktifitas trading, dan beberapa yang lain terus beraktifitas trading dan kemudian menjadi trader forex profesional dengan profit yang konsisten. Berikut ini adalah tahapan untuk menjadi trader forex profesional :

Lucky Trader

Seorang trader bisa dikatakan sebagai lucky trader sesaat setelah selesai menandatangani agreement pembukaan akun trading forex untuk pertama kalinya. Disinilah awal perjalanan trader menuju profesional trader. Alasan utama lucky trader menjadi trader forex adalah karena dengan menjadi seorang trader, dia  dapat memperoleh keuntungan berlipat lipat dengan modal yang relatif sedikit, dan cara yang mudah. Bayangkan saja, cukup dengan duduk manis didepan komputer seorang trader bisa menghasilkan profit yang bahkan bisa mengalahkan gaji seorang CEO CT CORP..

Trader pada level ini belum mengenal strategi trading, money manajemen, risk manajemen, trading sistem, psikologi trading, indikator, dan teknik trading. Kebanyakan trader di level ini hanya mengandalkan faktor keberuntungan (luck) dalam setiap transaksi yang dilakukannya. Anda boleh lihat ketika seorang lucky trader membuka open posisi maka dia tidak akan memperhatikan bagaimana kondisi market, analisa, manajemen risiko dan sistem trading. Yang ada adalah Lucky trader melakukan buy jika dia ingin buy, atau karena kira kira harga akan naik. Selanjutnya jika hasilnya profit, maka cepat cepat dia akan melikuidasi profit tersebut. Lucky trader akan terus melakukan open posisi selama masih menghasilkan profit.

Dari sisi sitematika trading, seorang newbie trader belum meiliki sistem trading yang jelas. Akibatnya trading yang dia lakukan akan menjadi sporadis, dan butuh banyak waktu. Tak jarang trader akan terus mengamati chart selama berjam jam.

Newbie Trader

Pada tahap ini seorang trader mulai menyadari bahwa trading mengandalkan insting saja tidaklah cukup, mengingat insting yang ada masih sangat tumpul terhadap market yang begitu dinamis. Trader mulai mencari cari pengetahuan dasar tentang forex. Trader yang cerdas akan memilih belajar langsung kepada coach forex, meski ada pilihan untuk mempelajarinya sendiri melalui media media di Internet. Pengetahuan yang paling umum dipelajari pada level ini adalah pengetahuan kelas dasar, seperti : Pola pergerakan harga, jenis jenis trend, dan teknik analisis market.

Pengetahuan tentang dasar dasar forex membuat seorang newbie trader mampu melihat pasar dengan lebih baik. Mampu membedakan mana pergerakan naik dan turun, mampu mengidentifikasi saat masuk dan keluar pasar dengan cukup baik. Kesalahan fatal yang sering dialami oleh trader pada level ini adalah sifat serakah. Banyak trader yang akhirnya gugur pada level ini karena terlalu mengejar keuntungan yang tinggi kemudian mengorbankan risiko yang begitu besar.

Newbie trader sangat berhati hati dalam menjalankan tradingnya, sampai dia tidak pernah mau mengambi


Intermediet Trader

Trader pada level ini merupakan level yang paling agresive. Dari sisi pengetahuan trader mulai mencari cari teknik trading dan mempelajari berbagai indikator forex . Teknik semacam averaging, martingale, hedging, trading balance, robot trading mulai popular pada trader dengan level ini. Beberapa trader yang melek teknologi akan mencoba cari indikator terbaik dari berbagai sumber di internet, lalu mempelajari dan mengkombinasi antara satu indikator yang satu dengan lainya. Satu demi satu indikator dicoba dan dipraktekan.

Kita akan bisa melihat seorang trader termasuk pada level ini dari chart yang dia gunakan. Intermediet trader memiliki chart yang rumit dan berkesan canggih. Didalamnya berisi teknis transaksi yang detail dari satu logic ke logic yang lain. Seorang Lucky trader mungkin akan menganggapnya sebagai profesional trader. Pada kenyataanya, seorang intermediet trader akan menyadari bahwa indikator indikator tersebut tidaklah cukup membantu. Indikator tetap saja memililki kesalahan, terlalu banyak indikator justru semakin sulit menentukan open posisi. Ibarat raja yang akan bertitah, jika terlalu banyak penasehat yang mempengaruhinya maka justru keputusan akan sulit dibuat..

Profesional Trader
Kebingungan yang melanda intermediet trader sudah tidak dirasakan lagi oleh profesional trader. Di level ini trader telah memiliki sistem trading yang jelas, manajemen risiko, psikologi trading, dan insting yang kuat. Trader hanya masuk ke pasar jika ada moment untuk masuk ke pasar, dan keluar ke pasar jika memang kondisi memungkinkan untuk keluar pasar.